mechanic engineer
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label കബര് ദാന് kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label കബര് ദാന് kreatif. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 Maret 2011
Teknik maintenance
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah S.W.T, karena berkat rahmat dan hidayah serta karunia-Nya kita semua dapat meraih apa yang diharapkan. Sholawat serta salam kita semua semoga tersampaikan kepada nabi dan rosul kita semua Muhammad S.A.W.
Serta berkat rahmat dan karunianya-lah, tugas makalah mata kuliah Teknik Pemeliharaan Mesin yang berjudul “ Pelumas dan Pelumasan“ dapat diselesaikan.
Bandung, oktober 2010
Penulis
PELUMAS DAN PELUMASAN
1. PELUMAS
Jenis-jenis pelumas yang beredar di pasaran dibedakan menurut sifat-sifat fisika maupun kimia dari komponen penyusunnya baik minyak dasar (base oil) ataupun aditif. Sifat fisika dan kimia dari campuran kedua komponen inilah yang akan menentukan unjuk kerja pelumas secara keseluruhan. Dengan demikian keragaman jenis pelumas ditentukan dari komponen-komponen penyusun pelumas sesuai dengan spesifikasi kegunaan pelumas tersebut. Berdasarkan jenis base oilnya minyak pelumas diklasifikasikan menjadi 3 yaitu minyak pelumas mineral, minyak pelumas sintetis dan minyak pelumas semi sintetis.
Saat ini banyak dijumpai beragam jenis pelumas yang semuanya didasarkan atas penggunaan dan klasifikasi. Jenis-jenis pelumas tersebut dibedakan menurut sifat-sifat fisika maupun kimia dari komponen penyusunnya baik minyak dasar (base oil) ataupun aditif. Sifat fisika dan kimia dari campuran kedua komponen inilah yang akan menentukan unjuk kerja pelumas secara keseluruhan. Dengan demikian keragaman jenis pelumas ditentukan dari komponen-komponen penyusun pelumas sesuai dengan spesifikasi kegunaan pelumas tersebut. Berdasarkan jenis base oilnya minyak pelumas diklasifikasikan menjadi 3 yaitu :
• Minyak pelumas mineral
• Minyak pelumas sintetis
• Minyak pelumas semisintetis
Sebenarnya base oil ini mempunyai segala kemampuan dasar yang dibutuhkan dalam pelumasan. Tanpa aditifpun, sebenarnya minyak dasar sudah mampu menjalankan tugas-tugas pelumasan. Namun unjuk kerjanya belum begitu sempurna dan tidak dapat digunakan dalam waktu lama.
1. PELUMAS MINERAL
Pelumas mineral adalah semua pelumas yang dihasilkan dari refinery minyak bumi. Yaitu dari pengolahan lanjut long residue yang merupakan fraksi berat hasil destilasi minyak mentah jenis parafinik ataupun naphtenik. Disebut long residue karena residu ini masih dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan base oil. Pengolahan long residue menjadi base oil yang populer dilakukan adalah melalui proses Solvent Refining. Tahapannya adalah sebagai berikut :
a. High Vacuum Distillation
Dalam proses ini, fraksi long residue di destilasi di dalam kolom yang bertekanan rendah atau vakum. Tujuan dari proses ini adalah untuk memisahkan fraksi minyak pelumasnya. Fraksi-fraksi lanjutan yang dihasilkan dalam distilasi vakum ini berturut-turut adalah :
• SPO (Spindle Oil)
• LMO (Light Machine Oil)
• MMO (Medium Machine Oil)
• BO (Black Oil) atau Short Residue (SR)
Unit yang melaksanakan proses ini disebut High Vacuum Unit (HVU). Pada prinsipnya HMU tidak berbeda dengan proses distilasi biasa, dimana pemisahan fraksi demi fraksi dilakukan berdasarkan titik didih masing-masing hidrokarbon dalam fraksi tersebut. Karena long residue memiliki titik didih tinggi maka pelaksanaannya harus dilakukan dengan tekanan hampa (vakum).
b. Furfural Extraction
Furfural adalah solven yang berfungsi memisahkan komponen base oil dari komponen yang tidak dikehendaki berdasarkan perbedaan kelarutan tiap-tiap komponen tersebut. Pemisahan dengan solven furfural inilah yang menyebabkan keseluruhan proses pengolahan ini disebut Solvent Refining. Proses ini bertujuan untuk menaikkan indeks viskositas dari destilat pada HVU melalui penghilangan senyawa aromat yang memiliki indeks viskositas rendah, peningkatan mutu dan kestabilan terhadap oksidasi sekaligus mengurangi kemungkinan terbentuknya lumpur (sludge), deposit karbon, dan varnish. Unit yang melaksanakan proses ini disebut FEU (Furfural Extraction Unit).
c. Prophane Deasphalting
Proses ini dimaksudkan untuk mengambil senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki dalam black oil atau short residue, fraksi terberat pada HVU. Proses yang digunakan adalah ekstraksi menggunakan propane dan akan menghasilkan residu dengan BM besar seperti Asphalt dan Resin. Kandungan asphalt ini perlu dipisahkan agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan asphalt dan fraksi minyak pelumasnya sebagai Deasphalted Oil (DAO). Ekstrak yang terjadi akan dimasukkan ke FEU. Unit yang melaksanakan proses ini adalah Propane Deasphalting Unit (PDU).
d. Dewaxing
Digunakan untuk menghilangkan wax, sehingga pour point dari base oil yang dihasilkan dapat diturunkan hingga 5 – 15°F. Pelarut yang digunakan dalam proses ini adalah MEK (Metil Etil Keton). Proses dewaxing dilakukan pada suhu 10 – 25°C sehingga lilin akan mengkristal dan dapat dipisahkan dengan penyaringan biasa. Filtrat yang diperoleh adalah produk akhir dari base oil.
e. Finishing
Tahap ini dilakukan untuk memperbaiki warna minyak pelumas dan stabilitas pelumas.
2. PELUMAS SINTETIS
Minyak pelumas sintetis dibuat dari hidrokarbon yang telah mengalami proses khusus. Khusus yang dimaksud adalah bahwa minyak ini dibuat tidak hanya sama dengan minyak mineral akan tetapi melebihi kemampuan minyak mineral. Melalui proses kimia dihasilkan molekul baru yang memiliki stabilitas termal, oksidasi dan kinerja yang optimal. Sehingga harga minyak sintetis lebih mahal daripada minyak mineral. Pada kenyataannya minyak pelumas sintetis memang lebih unggul dalam unjuk kerja, baik respon terhadap mesinnya maupun umur pemakaiannya. Hal ini dikarenakan pembuatan minyak pelumas sintetis dirancang sesuai dengan tujuan penggunaannya. Untuk itu pemilihan minyak pelumas yang tepat sangatlah penting. Dalam pembuatannya minyak pelumas sintetis dikontrol struktur molekulnya dengan sifat-sifat yang dapat diprediksi. Adapun jenis minyak sintetis yang banyak digunakan adalah sebagai berikut :
a. Diester
Diester merupakan salah satu bahan yang menonjol dari minyak pelumas sintetis. Diester mempunyai struktur yang paling sederhana untuk digunakan sebagai minyak pelumas. Bahan ini banyak digunakan sebagai minyak pelumas atau pelumas gemuk yang mempunyai titik penguapan rendah pada mesin gas turbin. Diester diperoleh dari reaksi sintesa produk minyak bumi, dan sebagian dari lemak binatang dan minyak tumbuh-tumbuhan. Keuntungan diester adalah mempunyai viskositas yang relatif konstan terhadap suhu yang cukup baik, penguapannya sangat rendah, dan mempunyai stabilitas thermal yang bagus. Biasanya bahan ini tidak korosif terhadap logam, tidak beracun dan stabil terhadap hidrolisa. Sifat yang merugikan dari bahan ini adalah dapat bereaksi terhadap karet. Karena sifat fire-resistant dan stabilitas oksidasinya, maka pelumas diester banyak dipakai untuk kompresor udara.
b. Fosfat Ester
Fosfat ester telah lama digunakan sebagai aditif di dalam minyak pelumas mineral sebagai pelindung terhadap terjadinya pelumasan batas. Fosfat ester merupakan senyawa biodegradable yang disintesa dari komponen yang didapat dari coal tar. Karena natural ester merupakan campuran yang komplek dan sering mengandung ortho cresol yang beracun, maka diupayakan untuk mensintesa ester dengan bahan kimia murni untuk membentuk minyak dasar sintetis yang tidak mengandung cresol yang beracun. Sehingga natural ester dikombinasikan dengan fosfat. Fosfat ester memberikan ikatan yang cukup mantap dan stabil secara kimia yang memungkinkan untuk digunakan sebagai komponen utama dari minyak pelumas sintetis. Disamping itu fosfat ester biasa digunakan sebagai aditif EP. Stabilitas terhadap oksidasi dari bahan ini cukup baik yaitu sampai dengan 300F. Penggunaannya yang utama adalah sebagai minyak hidrolik di dalam pesawat udara karena memberikan sifat anti api yang baik.
c. Ester Silikat
Mempunyai IV yang tinggi yaitu 150 – 200 dan mempunyai penguapan yang rendah. Ketahanan terhadap oksidasi pada suhu tinggi tidak begitu baik, tetapi hal ini dapat diperbaiki dengan penambahan aditif. Ester silikat tidak korosif terhadap logam, plastik maupun karet. Tetapi pada suhu yang tinggi akan mengeraskan karet.
d. Glikol Polialkilena Dan Turunannya
Aplikasi dari glikol polialkilena (polieter) sangat luas yaitu sebagai pelumas pada motor bakar, roda gigi, kompressor, pompa. Bahan ini tidak begitu mahal dan mudah diperoleh di pasaran.
e. Silikon
Silikon merupakan minyak pelumas sintetis yang mempunyai bermacam-macam tingkat viskositas, yang tergantung pada panjang pendeknya rantai dari ikatan molekulnya. Silikon disintesa dari pasir (SiO2). Sifat yang paling menonjol dari silikon ini adalah memberikan kurva viskositas dengan suhu yang mendatar. Silikon memberikan ketahanan oksidasi yang baik pada suhu biasa, tetapi cenderung membentuk gel pada saat mengoksidasi sehingga tidak tepat digunakan sebagai minyak pelumas mesin turbin pesawat udara.
f. Khlor Dan Fluor Hidrokarbon
Sifat utama dari senyawa ini adalah dapat memberikan respon yang baik sebagai aditif EP dan low flammability. Aktifitas yang tinggi dari atom khlor dapat terbebaskan pada kondisi beban yang berat dan suhu tinggi. Dan hal ini menghasilkan produk yang korosifitasnya tinggi dan beracun sehingga penggunaannya dalam industri dibatasi.
g. Poly Alkyl Glykol
Produksi komersialnya dibuat sekitar tahun 1930 an sebagai penganti castor oil pada rem mobil. Polyalkylglycol dibuat dengan reaksi polimerisasi menggunakan katalis. Reaksi dapat dikontrol untuk mendapatkan range viskositas 8 – 19000 cSt. Biasa digunakan di industri baja dan tekstil. Semua polyalkylglycol dapat menyerap air dari atmosfer sehingga harus dijaga dari kemungkinan kontaminasi. Akan tetapi kandungan air sampai 5% masih dapat ditoleransi. Pada temperatur rendah polyalkylglycol mempunyai karakteristik yang bagus, tetapi pada temperatur tinggi sampai 250C membutuhkan aditif untuk meningkatkan stabilitas thermalnya. Pelumas sintetis ini tidak dapat digunakan di atas temperatur tersebut. Polyalkylglycol mempunyai karakteristik yang bagus sekali pada viskositas 160 – 400 yang tergantung sekali pada cara memproduksinya. Polyalkylglycol sangat rentan terhadap oksidasi sehingga perlu ditambahkan aditif antioksidan. Umur pemakaian aditif pada polyalkylglycol lebih lama bila dibandingkan dengan mineral oil pada kondisi yang sama. Polyalkylglycol lebih polar sintetis ini tidak dapat digunakan di atas temperatur tersebut. Polyalkylglycol mempunyai karakteristik yang bagus sekali pada viskositas 160 – 400 yang tergantung sekali pada cara memproduksinya. Polyalkylglycol sangat rentan terhadap oksidasi sehingga perlu ditambahkan aditif antioksidan. Umur pemakaian aditif pada polyalkylglycol lebih lama bila dibandingkan dengan mineral oil pada kondisi yang sama. Polyalkylglycol lebih polar dibandingkan dengan senyawa ester, dan cocok sekali untuk seal dan plastik. Tetapi tidak untuk cat.
h. Poly Alpha Olefin
Polyalphaolefin dibuat pertama kali di Jerman pada masa Perang Dunia Kedua untuk menghemat pemakaian minyak mineral. Dan ternyata memberikan unjuk kerja pada range temperatur yang luas. Polyalphaolefin merupakan hidrokarbon sintetis, tidak seperti hidrokarbon pada minyak pelumas mineral. Karena polyalphaolefin merupakan cairan kimia murni yang dibuat dari polimerisasi katalitik ethylene. Produk yang dihasilkan dipisahkan dari komponen yang reaktif dan selanjutnya dipisahkan sesuai dengan viskositasnya. Dengan penambahan sedikit aditif antioksidan, polyalphaolefin menjadi lebih stabil bila dibandingkan dengan minyak mineral pada temperatur yang sama. Polyalphaolefin menunjukkan lebih tahan bereaksi dengan air bila dibandingkan dengan minyak mineral dan minyak sintetis yang lain. Polyalphaolefin juga sangat cocok bila diblending dengan minyak mineral. Sifat PAO yang menonjol adalah sebagai berikut :
- Titik tuangnya rendah
- Volatilitasnya rendah
- Good software compatibility
- Stabilitas thermalnya bagus
- Hidrolytic stability
- Merupakan bahan kimia yang inert
- Daya pelumasannya bagus
Karenan PAO mempunyai titik tuang yang rendah, maka PAO digunakan pada kompressor pendingin, kompressor amonia dan kompressor fluorokarbon.
i. Polyolester
Sangat cocok digunakan untuk pelumasan batas. Mempunyai IV yang tinggi bila dibandingkan dengan minyak mineral. Mempunyai stabilitas thermal dan membuat mesin menjadi lebih bersih dan lebih sedikit depositnya. Volatilitasnya paling rendah dibandingkan dengan minyak pelumas sintetis yang lain. Polyolester dengan viskositas 4,4 cSt pada 100C hanya menguap sekitar 2 %. Polyolester relatif biodegradable tetapi prosesnya sangat lambat dibawah kondisi normal. Produk yang dihasilkan tidak beracun. Keuntungan polyolester adalah dapat digunakan dengan nitril rubber, yaitu tipe yang paling umum digunakan dengan minyak mineral. Juga sangat compatible apabila dicampur dengan minyak pelumas mineral. Banyak digunakan di berbagai industri. Hampir semua aditif larut dalam polyolester (POE). Dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan minyak pelumas sintetis lain atau minyak pelumas mineral. POE mempunyai high temperatur properties yang sangat bagus dan mampu meningkatkan properties pelumas melebihi diester.
Aplikasi penggunaan POE :
- Minyak kompresor
- Minyak turbin dan minyak hidrolik
- Minyak gear
- Pelumas bearing
- Pelumas EP (Extreme Pressure) untuk boundary lubrication
Keuntungan Miyak Pelumas Sintetis
Meskipun harganya relatif lebih mahal, namun minyak pelumas sintetis dewasa ini lebih banyak digunakan. Hal ini disebabkan karena :
a. Umur pemakaiannya lebih lama karena meningkatkan stabilitas thermal (VI tinggi) dan tahan oksidasi. Keuntungannya : oli yang digunakan lebih sedikit, pemakaian filter awet, mengurangi pengeluaran.
b. Mengurangi konsumsi oli karena volatilitasnya lebih rendah dan densitas lebih tinggi.
c. Mempunyai spesifikasi yang dibutuhkan pemakai.
d. Pengoperasiannya lebih aman karena flash pointnya lebih tinggi. Sehingga ongkos perawatan lebih rendah, penggantian spare part lebih sedikit.
e. Sifat-sifatnya dapat diprediksi karena karakteristik produknya uniform.
3. PELUMAS SEMI SINTETIS
Diperoleh dengan cara mencampur (blending) antara pelumas sintetis dengan pelumas mineral. Sehingga diperoleh kombinasi dari 2 sifat komponen penyusunnya. Dari unjuk kerja jelas lebih baik dari pelumas mineral. Namun harganya juga jauh lebih kompromi dengan keuangan kita daripada harga pelumas sintetis yang sangat mahal.
2. Sistem pelumasan
Sistem pelumasan dalam kendaraan meliputi semua sistem yang memerlukan fluida pelumas sebagai media pelumas ataupun penerus tekanan/gaya yaitu pelumasan mesin, pelumasan gear/roda gigi (transmisi/differensial). Sedangkan pelumasan yang sekaligus sebagai media perantara tenaga/gaya tekan meliputi pelumasan transmisi otomatis (ATF), pelumasan power steering, pelumasan rem hydrolis. Sistem pelumasan adalah salah satu sistem yang sangat penting dalam kendaraan, dalam pembahasan modul kegiatan belajar 1 ini dibatasi hanya pada sistem pelumasan mesin. Sistem pelumasan dalam mesin berfungsi untuk :
a). Pelumas (Lubricant)
Salah satu fungsi minyak pelumas adalah untuk melumasi bagian-bagian mesin yang bergerak untuk mencegah keausan akibat dua benda yang bergesekan.
Gambar 1. Minyak pelumas sebagai pelumas
Minyak pelumas membentuk Oil film di dalam dua benda yang bergerak sehingga dapat mencegah gesekan/kontak langsung diantara dua benda yang bergesekan tersebut.
2 benda yang bergerak
Gambar 2. Oil film
b). Pendingin (Cooling)
Minyak pelumas mengalir di sekeliling komponen yang bergerak, sehingga panas yang timbul dari gesekan dua benda tersebut akan terbawa/merambat secara konveksi ke minyak pelumas, sehingga minyak pelumas pada kondisi seperti ini berfungsi sebagai pendingin mesin.
| |
Gambar 3. Minyak pelumas sebagai pendingin
c). Pembersih (cleaning)
Kotoran atau bram-bram yang timbul akibat gesekan, akan terbawa oleh minyak pelumas menuju karter yang selanjutnya akan mengendap di bagian bawah carter dan ditangkap oleh magnet pada dasar carter. Kotoran atau bram yang ikut aliran minyak pelumas akan di saring di filter oli agar tidak terbawa dan terdistribusi kebagian-bagian mesin yang dapat mengakibatkan kerusakan/ mengganggu kinerja mesin.
Gambar 4. Minyak pelumas sebagai pembersih
d). Perapat (sealing)
| |
Gambar 5. Minyak pelumas sebagai perapat.
Macam-macam sistem pelumasan
a). Sistem pelumasan campur (mix)
Sistem pelumasan campur adalah salah satu sistem pelumasan mesin dengan cara mencampur langsung minyak pelumas (oli campur/samping) dengan bahan bakar (bensin) sehingga antara minyak pelumas dan bahan bakar bercampur di tangki bahan bakar. Sifat-sifat sistem pelumasan campur :
- Tangki bahan bakar berada diatas mesin/ lebih tinggi dari mesin (pengaliran bahan bakar dengan gaya gravitasi).
- Sistem pelumasan jenis oli yang paling sederhana
- Pemakaian oli boros, timbul polusi udara tinggi
- Dipergunakan pada motor 2 Tak dengan kapasitas kecil.
-
Menggunakan oli khusus 2 Tak yang bersifat mencampur baik dengan bensin dengan campuran 2% – 4% oli samping.
|

![]() | |||
![]() | |||
Gambar 6. Sistem pelumasan campur
Keterangan :
1. Campuran bensin dan oli samping 2. Kran bensin
3. Karburator 4. Ruang engkol
Cara kerja :
Pada saat kran bensin (2) dibuka, maka campuran bensin dan oli samping (1) akan mengalir menuju karburator (3) di karburator bensin, oli samping dan udara bercampur membentuk campuran yang homogen dan masuk kedalam ruang engkol dan selanjutnya campuran baensin dan oli samping akan melumasi bagian mesin yang berada di ruang engkol dan didinding silinder.
Contoh kendaraan/mesin yang menggunakan sistem pelumasan jenis ini adalah motor stasioner, vespa.
b). Sistem pelumasan autolube
![]() |
Gambar 7. Sistem pelumasan autolube
Sistem pelumasan autolube, oli samping/campur masuk kedalam ruang engkol dipompakan oleh pompa oli. Sehingga penggunaan oli samping/campur ini lebih efektif sesuai kebutuhan mesin. Sistem pelumasan ini digunakan pada mesin 2 tak. Oli samping/campur yang masuk ke dalam ruang engkol tergantung dari jumlah putaran dan pembukaan katup masuk (Reet Valve).
Cara kerja:
Saat mesin hidup handle gas ditarik, maka bensin mengalir ke karburator, seiring dengan tarikan handle gas, pompa oli berputar yang menyebabkan oli samping/campur ditangki terhisap dan ditekan menuju ruang engkol melalui saluran dibelakang karburator. Bensin dan oli samping/campur menjadi satu di belakang karburator yang selanjutnya masuk kedalam ruang engkol dan melumasi bagian-bagian yang bergerak.
c). Sistem pelumasan percik
Sistem pelumasan percik adalah sistem pelumasan dengan memanfaatkan gerakan dari bagian yang bergerak untuk memercikan minyak pelumas ke bagian-bagian yang memerlukan pelumasan, misal: poros engkol berputar sambil memercikan minyak pelumas untuk melumasi dinding silinder.
Sistem pelumasan ini biasanya digunakan pada mesin dengan katup samping (side valve) dan kapasitas kecil.
![]() |
Gambar 8. Sistem pelumasan percik
Cara kerja :
Saat mesin hidup, poros engkol berputar, bagian poros engkol yang menyerupai sendok membawa minyak pelumas dan akhirnya minyak pelumas memercik ke atas melumasi dinding silinder.
d). Sistem pelumasan tekan.
Minyak pelumas di dalam karter dihisap dan ditekan ke dalam bagian-bagian yang dilumasi dengan menggunakan pompa oli. Sistem pelumasan ini sangat cocok untuk melumasi bagian-bagian mesin yang sangat presisi. Aliran minyak pelumas tergantung pada jumlah putaran mesin, hal ini dikarenakan pompa oli diputarkan oleh mesin. Sistem pelumasan ini digunakan pada mesin 4 tak dan memiliki kelebihan pelumasan merata dan teratur. Minyak pelumas yang telah melumasi bagian-bagian mesin akan kembali ke karter kembali.
![]() |
Gambar 9. Sistem pelumasan tekan
Cara kerja :
Minyak pelumas di karter dihisap dan ditekan oleh pompa oli melalui strainer dan dipompakan menuju bagian-bagian yang dilumasi yang sebelumnya disaring oleh filter oli. Minyak pelumas yang telah melumasi bagian-bagian yang dilumasi akan kembali ke karter.
Kesimpulan
2. Sistem pelumasan adalah salah satu sistem penting dalam kendaraan, dikarenakan sistem ini berfungsi sebagai:
- Pelumas (lubricant)
- Pendingin (Cooling)
- Pembersih (cleaning)
- Perapat (sealing)
2. Sistem pelumasan campur digunakan pada mesin 2 tak dengan cara oli samping/campur dicampurkan langsung ke dalam bahan bakar bensin dengan perbandingan 2 % - 4 % oli samping.
3. Sistem pelumasan autolube proses pencampuran oli samping dan bahan bakar bensin dilakukan setelah karburator, dimana tangki bahan bakar bensin dan tangki oli samping/campur sendiri-sendiri.
4. Sistem pelumasan percik bekerja berdasarkan gerakan poros engkol berputar sambil mengambil minyak pelumas dari karter dan dipercikan de dinding silinder.
5. Sistem pelumasan tekan sangat efektif untuk melumasi bagian-bagian mesin dengan presisi yang sangat tinggi. Sistem pelumasan ini memberikan dampak pelumasan yang teratur dan merata.
Daftar Pustaka
1. Andini Sundowo, Siti Yubaidah, 2003, “ Sintesa Polyolester Sebagai Bahan Dasar Minyak Pelumas, Teknik Kimia, ITI.
2. PT. Hexindo Consult, 2000, “Prospek Industri dan Pemasaran Pelumas di Indonesia”, Jakarta.
3. Wartawan, AL, 1983, “ Minyak Pelumas Pengetahuan Dasar & Cara Penggunaan, Penerbit Gramedia, Jakarta.
TABEL ULIR ENGINEERING
mechanic engineer
TABEL ISO INCHI
Ukuran Pitch H H1 h3 r
1/4" 1,27 1,0922 0,6731 0,762 0,1778 Ukuran Pitch H H1 h3 r
5/16" 1,41 1,2126 0,7473 0,846 0,1974 1/4" 1,27 1,0922 0,6731 0,762 0,1778
3/8" 1,59 1,3674 0,8427 0,954 0,2226 5/16" 1,41 1,2126 0,7473 0,846 0,1974
1/2" 2,12 1,8232 1,1236 1,272 0,2968 3/8" 1,59 1,3674 0,8427 0,954 0,2226
5/8" 2,31 1,9866 1,2243 1,386 0,3234 1/2" 2,12 1,8232 1,1236 1,272 0,2968
3/4" 2,54 2,1844 1,3462 1,524 0,3556 5/8" 2,31 1,9866 1,2243 1,386 0,3234
7/8" 2,82 2,4252 1,4946 1,692 0,3948 3/4" 2,54 2,1844 1,3462 1,524 0,3556
1" 3,18 2,7348 1,6854 1,908 0,4452 7/8" 2,82 2,4252 1,4946 1,692 0,3948
1 1/8" 3,63 3,1218 1,9239 2,178 0,5082 1" 3,18 2,7348 1,6854 1,908 0,4452
1 1/4" 3,63 3,1218 1,9239 2,178 0,5082 1 1/8" 3,63 3,1218 1,9239 2,178 0,5082
1 3/8" 4,23 3,6378 2,2419 2,538 0,5922 1 1/4" 3,63 3,1218 1,9239 2,178 0,5082
1 1/2" 4,23 3,6378 2,2419 2,538 0,5922 1 3/8" 4,23 3,6378 2,2419 2,538 0,5922
1 5/8" 5,08 4,3688 2,6924 3,048 0,7112 1 1/2" 4,23 3,6378 2,2419 2,538 0,5922
1 3/4" 5,08 4,3688 2,6924 3,048 0,7112 1 5/8" 5,08 4,3688 2,6924 3,048 0,7112
2" 5,65 4,859 2,9945 3,39 0,791 1 3/4" 5,08 4,3688 2,6924 3,048 0,7112
2 1/4" 6,35 5,461 3,3655 3,81 0,889 2" 5,65 4,859 2,9945 3,39 0,791
2 1/2" 6,35 5,461 3,3655 3,81 0,889 2 1/4" 6,35 5,461 3,3655 3,81 0,889
2 3/4" 7,26 6,2436 3,8478 4,356 1,0164 2 1/2" 6,35 5,461 3,3655 3,81 0,889
3" 7,26 6,2436 3,8478 4,356 1,0164 2 3/4" 7,26 6,2436 3,8478 4,356 1,0164
3 1/4" 7,82 6,7252 4,1446 4,692 1,0948 3" 7,26 6,2436 3,8478 4,356 1,0164
3 1/2" 7,82 6,7252 4,1446 4,692 1,0948 3 1/4" 7,82 6,7252 4,1446 4,692 1,0948
3 3/4" 8,47 7,2842 4,4891 5,082 1,1858 3 1/2" 7,82 6,7252 4,1446 4,692 1,0948
4" 8,47 7,2842 4,4891 5,082 1,1858 3 3/4" 8,47 7,2842 4,4891 5,082 1,1858
4 1/4" 8,84 7,6024 4,6852 5,304 1,2376 4" 8,47 7,2842 4,4891 5,082 1,1858
4 1/2" 8,84 7,6024 4,6852 5,304 1,2376 4 1/4" 8,84 7,6024 4,6852 5,304 1,2376
4 3/4" 9,24 7,9464 4,8972 5,544 1,2936 4 1/2" 8,84 7,6024 4,6852 5,304 1,2376
5" 9,24 7,9464 4,8972 5,544 1,2936 4 3/4" 9,24 7,9464 4,8972 5,544 1,2936
5 1/4" 9,68 8,3248 5,1304 5,808 1,3552 5" 9,24 7,9464 4,8972 5,544 1,2936
5 1/2" 9,68 8,3248 5,1304 5,808 1,3552 5 1/4" 9,68 8,3248 5,1304 5,808 1,3552
5 3?4 10,16 8,7376 5,3848 6,096 1,4224 5 1/2" 9,68 8,3248 5,1304 5,808 1,3552
6" 10,16 8,7376 5,3848 6,096 1,4224 5 3?4 10,16 8,7376 5,3848 6,096 1,4224
6" 10,16 8,7376 5,3848 6,096 1,4224
TABEL METRIC
Ukuran pitch H1 R2 h3 R2 H Ukuran buttres pitch H1 R h3 R1 H ac d
M1 0,25 0,14 0,018 0,15 0,04 0,2165 12 3 2,25 0,37 2,60 0,37 2,598 0,35331 9,75
M1.2 0,25 0,14 0,018 0,15 0,04 0,2165 16 4 3,00 0,50 3,47 0,50 3,464 0,47108 13
M1.6 0,35 0,19 0,0252 0,21 0,05 0,3031 20 4 3,00 0,50 3,47 0,50 3,464 0,47108 17
M2 0,4 0,22 0,0288 0,25 0,06 0,3464 24 5 3,75 0,62 4,34 0,62 4,33 0,58885 20,25
M2.5 0,45 0,24 0,0324 0,28 0,06 0,3897 28 5 3,75 0,62 4,34 0,62 4,33 0,58885 24,25
M3 0,5 0,27 0,036 0,31 0,07 0,433 32 6 4,50 0,75 5,21 0,75 5,196 0,70662 27,5
M4 0,7 0,38 0,0504 0,43 0,10 0,6062 36 6 4,50 0,75 5,21 0,75 5,196 0,70662 31,5
M5 0,8 0,43 0,0576 0,49 0,12 0,6928 40 7 5,25 0,87 6,07 0,87 6,062 0,82439 34,75
M6 1 0,54 0,072 0,61 0,14 0,866 44 7 5,25 0,87 6,07 0,87 6,062 0,82439 38,75
M8 1,25 0,68 0,09 0,77 0,18 1,0825 48 8 6,00 0,99 6,94 0,99 6,928 0,94216 42
M10 1,5 0,81 0,108 0,92 0,22 1,299 52 8 6,00 0,99 6,94 0,99 6,928 0,94216 46
M12 1,75 0,95 0,126 1,07 0,25 1,5155 60 9 6,75 1,12 7,81 1,12 7,794 1,05993 53,25
M14 2 1,08 0,144 1,23 0,29 1,732 70 10 7,50 1,24 8,68 1,24 8,66 1,1777 62,5
M16 2 1,08 0,144 1,23 0,29 1,732 80 10 7,50 1,24 8,68 1,24 8,66 1,1777 72,5
M18 2,5 1,35 0,18 1,53 0,36 2,165 90 12 9,00 1,49 10,41 1,49 10,392 1,41324 81
M20 2,5 1,35 0,18 1,53 0,36 2,165 100 12 9,00 1,49 10,41 1,49 10,392 1,41324 91
M22 3 1,62 0,216 1,84 0,43 2,598
M24 3 1,62 0,216 1,84 0,43 2,598
M27 3,5 1,89 0,252 2,15 0,50 3,031
M30 3,5 1,89 0,252 2,15 0,50 3,031
M33 3,5 1,89 0,252 2,15 0,50 3,031
M36 4 2,16 0,288 2,45 0,58 3,464
4 2,16 0,288 2,45 0,58 3,464
4,5 2,43 0,324 2,76 0,65 3,897
4,5 2,43 0,324 2,76 0,65 3,897
5 2,71 0,36 3,07 0,72 4,33
5 2,71 0,36 3,07 0,72 4,33
5,5 2,98 0,396 3,37 0,79 4,763
5,5 2,98 0,396 3,37 0,79 4,763
6 3,25 0,432 3,68 0,86 5,196
6 3,25 0,432 3,68 0,86 5,196
TABEL TRAPESIUM ULIR
Ukuran pitch H H1 ac h3 H4 R1 Maks R2 Maks Ukuran ulir radius pitch t1 r R a d ulir luar kcil d lubang
Tr 8 1,5 2,799 0,75 0,15 0,9 0,9 0,075 0,15 12 3 1,50 0,72 0,77 0,15 10,50 10,65
TR 10 2 3,732 1 0,25 1,25 1,25 0,125 0,25 16 4 2,00 0,95 1,02 0,2 14,00 14,20
TR 12 3 5,598 1,5 0,25 1,75 1,75 0,125 0,25 20 4 2,00 0,95 1,02 0,2 18,00 18,20
TR 14 3 5,598 1,5 0,25 1,75 1,75 0,125 0,25 24 5 2,50 1,19 1,28 0,25 21,50 21,75
TR 16 4 7,464 2 0,25 2,25 2,25 0,125 0,25 28 5 2,50 1,19 1,28 0,25 25,50 25,75
TR 18 4 7,464 2 0,25 2,25 2,25 0,125 0,25 32 6 3,00 1,43 1,54 0,3 29,00 29,30
TR 20 4 7,464 2 0,25 2,25 2,25 0,125 0,25 36 6 3,00 1,43 1,54 0,3 33,00 33,30
TR 22 5 9,33 2,5 0,25 2,75 2,75 0,125 0,25 40 7 3,50 1,67 1,79 0,35 36,50 36,85
TR 24 5 9,33 2,5 0,25 2,75 2,75 0,125 0,25 44 7 3,50 1,67 1,79 0,35 40,50 40,85
TR 26 5 9,33 2,5 0,25 2,75 2,75 0,125 0,25 48 8 4,00 1,91 2,05 0,4 44,00 44,40
TR28 5 9,33 2,5 0,25 2,75 2,75 0,125 0,25 52 8 4,00 1,91 2,05 0,4 48,00 48,40
TR 30 6 11,196 3 0,5 3,5 3,5 0,25 0,5 60 9 4,50 2,15 2,30 0,45 55,50 55,95
70 10 5,00 2,39 2,56 0,5 65,00 65,50
80 10 5,00 2,39 2,56 0,5 75,00 75,50
90 12 6,00 2,86 3,07 0,6 84,00 84,60
100 12 6,00 2,86 3,07 0,6 94,00 94,60
TABEL ULIR INCHI
Ukuran pitch H h R D d "
0,25 1,27 1,2192 0,81 0,17 6,35 4,72 25,4 1/4"
0,31 1,41 1,3536 0,90 0,19 7,94 6,13 25,4 5/16"
0,38 1,59 1,5264 1,02 0,22 9,53 7,49 25,4 3/8"
0,50 2,12 2,0352 1,36 0,29 12,70 9,99 25,4 1/2"
0,63 2,31 2,2176 1,48 0,32 15,88 12,92 25,4 5/8"
0,75 2,54 2,4384 1,63 0,35 19,05 15,80 25,4 3/4"
0,88 2,82 2,7072 1,80 0,39 22,23 18,62 25,4 7/8"
1,00 3,18 3,0528 2,04 0,44 25,40 21,33 25,4 1"
1,13 3,63 3,4848 2,32 0,50 28,58 23,93 25,4 1 1/8"
1,25 3,63 3,4848 2,32 0,50 31,75 27,10 25,4 1 1/4"
1,38 4,23 4,0608 2,71 0,58 34,93 29,51 25,4 1 3/8"
1,50 4,23 4,0608 2,71 0,58 38,10 32,69 25,4 1 1/2"
1,63 5,08 4,8768 3,25 0,70 41,28 34,77 25,4 1 5/8"
1,75 5,08 4,8768 3,25 0,70 44,45 37,95 25,4 1 3/4"
2,00 5,65 5,424 3,62 0,77 50,80 43,57 25,4 2"
2,25 6,35 6,096 4,06 0,87 57,15 49,02 25,4 2 1/4"
2,50 6,35 6,096 4,06 0,87 63,50 55,37 25,4 2 1/2"
2,75 7,26 6,9696 4,65 0,99 69,85 60,56 25,4 2 3/4"
3,00 7,26 6,9696 4,65 0,99 76,20 66,91 25,4 3"
3,25 7,82 7,5072 5,00 1,07 82,55 72,54 25,4 3 1/4"
3,50 7,82 7,5072 5,00 1,07 88,90 78,89 25,4 3 1/2"
3,75 8,47 8,1312 5,42 1,16 95,25 84,41 25,4 3 3/4"
4,00 8,47 8,1312 5,42 1,16 101,60 90,76 25,4 4"
4,25 8,84 8,4864 5,66 1,21 107,95 96,63 25,4 4 1/4"
4,50 8,84 8,4864 5,66 1,21 114,30 102,98 25,4 4 1/2"
4,75 9,24 8,8704 5,91 1,27 120,65 108,82 25,4 4 3/4"
5,00 9,24 8,8704 5,91 1,27 127,00 115,17 25,4 5"
5,25 9,68 9,2928 6,20 1,33 133,35 120,96 25,4 5 1/4"
5,50 9,68 9,2928 6,20 1,33 139,70 127,31 25,4 5 1/2"
5,75 10,16 9,7536 6,50 1,39 146,05 133,05 25,4 5 3?4
6,00 10,16 9,7536 6,50 1,39 152,40 139,40 25,4 6"
Minggu, 23 Januari 2011
5 R ( Rajin, Rawat, Ringkas, Resik, Rapih )
mechanic engineer
A. pengertian
5R adalah tehnik untuk menjaga mutu lingkungan dalam sebuah perusahaan atau institusi dengan cara mengembangkan keterorganisirannya.
B. Background
Hambatan - Hambatan di Tempat Kerja
1. Hambatan Fisik Kelancaran Operasional :
a. Karena Terlalu Banyak Barang di
Tempat Kerja
b. Karena Barang Hilang atau Rusak
c. Karena Tidak Terpelihara & Kotor
2. Kemacetan Peralatan Mendadak
3. Kerancuan Prosedure
4. Cacat Pemrosesan dan Kesalahan Kerja
5. Pindah Memindahkan Barang
6. Pola Tindak Yang tidak di Perhatikan Karena Tidak Disiplin
Dampak Negatif Hambatan tsb:
1. Lingkungan Kerja Tidak Teratur, Kotor & Jorok
2. Potensi Terjadinya Kecelakaan Tinggi
3. Semangat Kerja Karyawan Rendah
4. Prduktivitas Kerja Karyawan Rendah
5. Kemauan Karyawan Untuk Sukses sangat Rendah
6. Tidak Ada Rasa Memiliki
7. Kepercayaan Pelanggan akan Turun
*) 5 Langkah Peningkatan Kondisi Tempat Kerja (5 R):
Rapih Seiton
Resik Seiso
Ringkas Seiri
Rawat Seiketsu
Rajin Shitsuke
Untuk Mencapai
Secara Praktis adalah :
1. Perencanaan
2. Perbaikan
3. Evaluasi
4. Tindakan Lebih Lanjut
Sasaran 5R :
Menciptakan Lingkungan Kerja Yang Baik (Indah, Nyaman & Aman).
Usaha Untuk Mencapai Disiplin Kerja Yang Tinggi.
Disiplin adalah Dasar Dari Segala Kegiatan
Untuk Mewujudkan Disiplin Yang Tinggi di Mulai Dari diri Kita Sendiri
Tolak Ukur Dari Disiplin, Dapat Dilihat Dari Kondisi Orang Yang Bersangkutan & Lingkungannya.
Kepercayaan / Kepuasan Pelanggan
a. Ringkas
Memisahkan Barang Yang Perlu Dengan Yang Tidak Perlu.
Menyingkirkan Barang- Barang Yang Tidak Perlu Dari Tempat Kerja.
Aktifitas RINGKAS
1. Pisahkan dengan jelas barang yang perlu dan yang tidak perlu.
2. Barang yang jarang di pakai adalah barang yang tidak di perlukan.
3. Jika sukar menentukan barang di perlukan atau tidak, maka singkirkan barang tersebut untuk waktu tertentu dan tempat tertentu dan berikan keterangan warna pada benda atau barang tersebut.
4. Manfaatkan ruangan yang tidak terpakai atau siapkan tempat untuk menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai.
Manfaat RINGKAS :
1. Efisiensi Tempat Kerja
2. Mempermudah Kontrol
3. Mempermudah Perawatan
4. Produktif Kerja Leluasa
b. RAPI
1. Menempatkan / menata barang pada tempat yang paling tepat.
2. Ada tempat tertentu untuk tiap barang supaya mudah dan cepat di temukan & di pakai,
3. Mudah menyimpan kembali serta tidak ada barang yang tercecer.
4. Memberi tanda, petunjuk, alamat, & batas.
5. Perioritas pendekatan :
~ Selalu di Pakai
~ Sering di Pakai
~ Jarang di Pakai
Aktifitas Rapi :
1. Tempatkan barang Pada Tempatnya
2. Membuat Petunjuk ( Nama Barang, Nomor / Kode Barang, Jumlah, dll )
3. Membuat garis Pemisah, Alamat, Tanda dll
4. Barang Yang Selalu, Sering di Pakai di Letakkan Pada Tempat Yang Jelas Agar Mudah di Ambil.
5. Letakkan Papan Petunjuk Untuk Pemesanan ( No, Nama Barang, Jumlah, dll ).
Manfaat Rapi :
1. Mempercepat Pengambilan Barang
2. Mengurangi Muda Gerak
3. Mengurangi Resiko Kehilangan / Kesalahan
4. Menghilangkan Ketidak Pastian Peletakan.
c. Resik ( Memeriksa )
Lingkungan Kerja Yang Tidak Bersih ( Banyak Kotoran,Debu,dll ) Dapat Menimbulkan :
1. Kerusakan Pada Mesin
2. Kecelakaan
3. Rendahnya Efisiensi
Aktifitas Resik :
1. Selalu Bersihkan : Lantai, Dinding, Langit-Langit, dll.
2. Lakukan Pengecatan Ulang : Lantai, Dinding, Langit-Langit, dll.
3. Pasang Penerangan Yang Cukup.
4. Lakukan Usaha Pencegahan Timbulnya Kotoran :
~ Dengan Patrol Check
~ Dengan Pangisisan Check Sheet.
Manfaat Resik :
1. Menjaga Keselamatan & Kesehatan Kerja.
2. Membuat Tempat Kerja Yang Indah & Nyaman.
3. Mencegah Kerusakan Alat Maupun Benda Kerja.
4. Meningkatkan gairah Kerja.
d. Rawat
Pengertian Rawat adalah :
Menjaga / Merawat Alat Kerja, Material, Lingkungan Agar Tidak Hilang, Rusak atau Tidak Siap Pakai.
Aktifitas Rawat :
1. Menyediakan Sarana Yang di Perlukan
2. Lakukan Pemeriksaan Secara Berkala
3. Buat Standar Nilai
4. Melaksanakan "Kaizen".
Manfaat Rawat :
1. Menjaga Alat Agar Selalu Siap Pakai
2. Menjaga Kualitas Hasil Kerja
3. Mencegah Pekerjaan "MUDA" Terus Berulang.
e. Rajin
Pengertian Rajin Adalah : Mengembangkan & Mempertahankan Kebiasaan Positif Agar "Ringkas, Rapi, Resik & Rawat" Tetap Terlaksana Dengan Baik.
Aktifitas Rajin :
Jaga Semua Yang Sudah : Ringkas, Rapi, Resik & Rawat Seperti yang Sudah Baik, Seperti :
1. Mematuhi Peraturan Yang Telah di Tetapkan Dalam : Ringkas, Rapi, Resik & Rawat.
2. Melakukan Kontrol Secara Berkala Ke Wilayah Pekerjaan & Sekitarnya.
3. Mengambil Suatu Tindakan, Apabila :
~ Ada Penyimpangan dalam Kegiatan 4R.
~ Ada Kondisi Yang Abnormal Pada : Lingkungan, Alat, Material, dll.
Manfaat rajin :
1. Tak ada yang sulit untuk dijalani
2. Beban Itu aktifitas
3. Bisa karena terbiasa menjalaninya
4. Tepat pada waktunya
KESIMPULAN :
Jelaslah bahwa 5R adalah perangkat yang dapat meningkatkan mutu produk dan tempat kerja. Namun demikian, proses ini tidak mudah untuk diterapkan. Proses ini membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dan komitmen dari seluruh staff dan juga manajemen. Jika mereka tidak mematuhi aturan, hasilnya akan tidak memuaskan dan kita akan kembali kepada kebiasaan kita yang lama.
Komponen Mesin Listrik Industri
mechanic engineer
TUGAS
INSTALASI MESIN LISTRIK
KOMPONEN LISTRIK INDUSTRI
Oleh :
Cecep Devi Nugraha
NIM: 209341008
Kelas 2MEC
Jurusan Teknik Manufaktur “ Teknik Mekanik Umum “
POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG
2010
KOMPONEN LISTRIK INDUSTRI
Push Button
Swich Push Button adalah salkar tekan yang berfungsi untuk menghubungkan atau memisahkan bagian – bagian dari suatu instalasi listrik satu sama lain (suatu sistem saklar tekan push button terdiri dari saklar tekan start. Stop reset dn saklar tekan untuk emergency. Push button memiliki kontak NC (normally close) dan NO (normally open), yang mana bentuk fisik jenis push button dapat dilihat pada
gambar berikut ini :
Prinsip kerja Push Button adalah apabila dalam keadaan normal tidak ditekan maka kontaktidak berubah,apabila ditekan maka kontak NC aka berfungsi sebagai stop (memberhentikan) dan kontak NO akan berfungsi sebagai start (menjalankan) biasanya digunakan pada sistem pengontrolan motor – motor induksi untuk menjalankan mematikan motor pada industri – industri.
Kontaktor
Sistem pengontrolan motor listrik semi otomatis yang menggunakan alat kontrol kontaktor magnet memerlukan alat bantu lain agar fungsi pengontrolan berjalan dengan baik seperti: tombol tekan, thermal overload relay dan alat bantu lainnya. Kontaktor magnet banyak digunakan untuk mengontrol motor-motor listrik 1 fasa dan 3 fasa, anatara lain untuk mengontrol motor dua arah putaran, strating bintang-segitiga, beberapa unit motor bekerja dan berhenti berurutan dan lain-lain.
A.KontaktorMagnet
Kontaktor magnet atau sakelar magnet adalah sakelar yang bekerja berdasarkan kemagnetan. Artinya sakelar ini bekerja bila ada gaya kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik dan pelepas kontak-kontak. Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan arus dan memutuskan arus dalam keadaan kerja normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak terjadi. Sebuah kontaktor kumparan magnetnya (coil) dapat dirancang untuk arus searah (arus DC) atau arus bolak-balik (arus AC). Kontaktor arus AC ini pada inti magnetnya dipasang cincin hubung singkat, gunanya adalah untuk menjaga arus kemagnetan agar kontinu sehingga kontaktor tersebut dapat bekerja normal. Sedangkan pada kumparan magnet yang dirancang untuk arus DC tidak dipasang cincin hubung singkat.
1.KontaktorMagnetArusSearah(DC)
Kontaktor magnet arus searah (DC) terdiri dari sebuah kumparan yang intinya terbuat dari besi. Jadi bila arus listrik mengalir melalui kumparan, maka inti besi akan menjadi magnet. Gaya magnet inilah yang digunakan untuk menarik angker yang sekaligus menutup/ membuka kontak. Bila arus listrik terputus ke kumparan, maka gaya magnet akan hilang dan pegas akan menarik/menolak angker sehingga kontak kembali membuka atau menutup.
Untuk merancang kontaktor arus searah yang besar dibutuhkan tegangan kerja yang besar pula, namun hal ini akan mengakibatkan arus yang melalui kumparan akan besar dan kontaktor akan cepat panas. Jadi kontaktor magnet arus searah akan efisien pada tegangan kerja kecil seperti 6 V, 12 V dan 24 V.
Bentuk fisik relay dikemas dengan wadah plastik transparan, memiliki dua kontak SPDT (Single Pole Double Throgh) Gambar 2.1, satu kontak utama dan dua kontak cabang). Relay jenis ini menggunakan tegangan DC 6V, 12 V, 24 V, dan 48 V. Juga tersedia dengan tegangan AC 220 V. Kemampuan kontak mengalirkan arus listrik sangat terbatas kurang dari 5 ampere. Untuk dapat mengalirkan arus daya yang besar untuk mengendalikan motor induksi, relay dihubungkan dengan
Bila kontaktor untuk arus searah digunakan pada arus AC maka kemagnetannya akan timbul dan hilang setiap saat mengikuti gelombang arus AC.
1.KontaktorMagnetArusBolakbalik(AC)
Kontruksi kontaktor magnet arus bolak-balik pada dasarnya sama dengan kontaktor magnet arus searah. Namun karena sifat arus bolak-balik bentuk gelombang sinusoida, maka pada satu periode terdapat dua kali besar tegangan sama dengan nol. Jika frekuensi arus AC 50 Herz berarti dalam 1 detik akan terdapat 50 gelombang. Dan 1 periode akan memakan waktu 1/50 = 0,02 detik yang menempuh dua kali titik nol. Dengan demikian dalam 1 detik terjadi 100 kali titik nol atau dalam 1 detik kumparan magnet kehilangan magnetnya 100 kali.
Karena itu untuk mengisi kehilangan magnet pada kumparan magnet akibat kehilangan arus maka dibuat belitan hubung singkat yang berfungsi sebagai pembangkit induksi magnet ketika arus magnet pada kumparan magnet hilang. Dengan demikian maka arus magnet pada kontaktor akan dapat dipertahankan secara terus menerus (kontinu).
Bila kontaktor yang dirancang untuk arus AC digunakan pada arus DC maka pada kumparan itu tidak timbul induksi listrik sehingga kumparan menjadi panas. Sebaliknnya, bila kontaktor magnet untuk arus DC yang tidak mempunyai belitan hubung singkat diberikan arus AC maka pada kontaktor itu akan bergetar yang disebabkan oleh kemagnetan pada kumparan magnetnya timbul dan hilang setiap 100 kali.
Kontaktor Timer (Timer Mekanik)
Kontaktor timer adalah kontaktor yang digunakan sebagai relai penunda waktu yang fungsinya untuk memindahkan kerja dari rangkaian pengontrol kerangkaian tertentu yang bekerja secara otomatis. Misal dari star ke delta secara otomatis. Prinsipnya sama saja dengan kontaktor, hanya saja memiliki waktu tunda operasi. Kontaktor timer ini memiliki kontak NO dan juga kontak NC, seperti pada magnetik kontaktor, hanya bekerjanya berdasarkan delay waktu yang telah ditentukan. Biasanya kontaktor timer ini disebut timer.
TimerElektronik
Timer elektronik lebih akurat dan dapat diulang kerjanya lebih cepat dibandingkan dengan timer mekanik, harganya juga lebih murah. Pada umumnya timer elektronik memerlukan catu 24 hingga 48 VDC atau untuk jenis AC memerlukan catu 24 hingga 240 VAC. Timer elektronik terbuat dari bahan semi-konduktor dan dapat diatur waktu pensaklaran dari 0.05 detik hingga 60 jam dengan tingkat akurasi 5%, dan reliabilitas. Sedangkan relay multifungsi elektronik dasarnya adalah relay yang dikontrol dengan mikroprosesor, yang dapat menghasilkan fungsi pewaktu 10 fungsi atau bahkan lebih banyak, dengan variasi pilihan on delay atau off-delay lebih banyak, serta beberapa pilihan pulsa pada outputnya.
Macam-MacamKontaktorTimer(TimerMekanik)
1.Kontaktormagnit dengan waktu tunda hidup (on delay).
2.Kontaktormagnit dengan waktu tunda mati (off delay).
3.Kontaktormagnit dengan waktu tunda kombinasi hidup-mati.
4.Kontaktor magnit dengan waktu tunda hidup-mati kontinyu.
Kontaktor Magnit dengan Waktu Tunda Hidup (On Delay)
Timer ini bekerja dari normalnya dengan tunda waktu sesuai dengan setting yang diberikan.
Untuk NO, setelah koil dari kontaktor diberi daya, kontak NO masih tetap terbuka hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari terbuka (off) menjadi tertutup (on) dan akan tetap tertutup selama kontaktor mendapat catu daya. Jika catu daya diputus, maka kontaktor akan kembali terbuka.
Untuk NC, setelah koil dari relay diberi catu, kontak NC masih tetap tertutup hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari tertutup (off) menjadi terbuka (on) dan akan tetap terbuka selama relay mendapat catu daya. Jika catu daya diputus, maka relay akan kembali tertutup.
Kontaktor Magnit dengan Waktu Tunda Mati (Off Delay)
Timer ini bekerjanya berkebalikan dengan timer On Delay, saat kontaktor magnit mendapat tegangan dan aktif, maka kontak akan langsung aktif juga, namun setelah tegangan hilang dan kontaktor magnit tidak aktif, maka kontak yang aktif tadi akan menjadi tidak aktif setelah waktu yang ditentukan.
Untuk NO, setelah koil dari relay diberi catu, kontak NO akan berubah status menjadi tertutup dan akan tetap tertutup selama koil diberi catu. Saat catu daya diputus, kontak akan tetap tertutup hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari tertutup menjadi terbuka.
Untuk NC, setelah koil dari relay diberi catu, kontak NC akan berubah status menjadi terbuka dan akan tetap terbuka selama koil diberi catu. Saat catu daya diputus, kontak akan tetap terbuka hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari terbuka menjadi tertutup.
Kontaktor Magnit dengan Waktu Tunda Kombinasi Hidup-Mati
Timer ini bekerjanya merupakan gabungan dari On delay dan Off Delay.
Untuk NO, setelah koil dari kontaktor diberi daya, kontak NO masih tetap terbuka hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari terbuka (off) menjadi tertutup (on) dan akan tetap tertutup selama kontaktor mendapat catu daya. Jika catu daya diputus, maka kontak kontaktor akan tetap tertutup hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari tertutup menjadi terbuka seperti kondisi awal.
Kontaktor Magnit dengan Waktu Tunda Hidup-Mati Kontinyu
Pada timer ini dapat diatur di frekuensi tertentu, misalnya 1 Hz. Bila kontaktor magnit aktif, maka kontak bantu NO akan langsung aktif sambung-lepas/hidup-mati secara periodik/kontinyu sampai dengan kontaktor magnit tidak aktif. Timer jenis ini biasanya digunakan untuk menyalakan lampu kedap-kedip sebagai suatu indikasi. Misalkan untuk lampu announciator pada saat gangguan di gardu induk, lampu tersebut akan kedap-kedip secara terus menerus dan hanya akan mati apabila dilakukan reset.
Thermal Overload (Pengaman Beban Lebih)
Thermal Overload adalah alat pengaman rangkaian dari arus lebih yang diakibatkan beban yang terlalu besar dengan jalan memutuskan rangkaian ketika arus yang melebihi setting melewatinya. Thermal Overload berfungsi untuk memproteksi rangkaian listrik dan komponen listrik dari kerusakan karena terjadinya beban lebih. Seperti halnya sekring (fuse), thermal overload ada yang bekerja cepat dan ada yang lambat. Misalkan pada pada rangkaian motor menggunakan thermal overload yang bekerja lambat, sebab waktu motor start arus dapat mencapai 6 kali nominal, sehingga apabila digunakan pengaman yang bekerja cepat, maka pengamannya akan putus setiap motor dijalankan. Pengaman beban lebih ini bisa dipasangkan langsung dengan kontaktornya maupun terpisah sehingga sangat fleksibel untuk pemasangannya di dalam panel. Thermal overload ada yang menggunakan bimetal dan ada yang menggunakan sistem elektronik.
Thermal overload memproteksi rangkaian pada ketiga fasanya (untuk rangkaian tiga fasa) baik yang menggunakan sistem bimetal maupun yang menggunakan sistem elektronik tanpa suplai terpisah (maksudnya thermal overload elektronik ini tidak membutuhkan sumber daya listrik secara khusus) dan mempunyai sensitifitas terhadap hilangnya fasa yang bekerja dengan sistem differensial (tidak langsung trip pada kasus terjadinya hilang satu fasa), namun apabila dibutuhkan rangkaian untuk trip segera saat kehilangan satu fasa, maka perlu diperlukan tambahan alat proteksi lain.
Thermal overload ini bisa dipasangkan langsung dengan kontaktornya maupun terpisah sehingga sangat fleksibel untuk pemasangannya di dalam panel.
Pemilihan jenis thermal overlad ditentukan oleh rating/setting arus sesuai dengan arus nominal rangkaian pada beban penuh dan kelas trip-nya. Untuk pemakaian standar digunakan kelas trip 10 yaitu thermal overload akan trip pada 7,2 Ir dalam waktu 4 detik
Prinsip Kerja
Themal overload yang bekerja dengan pemutus bimetal akan bekerja sesuai dengan arus yang mengalir, arus yang mengalir akan menyebabkan panas, semakin besar perubahan arus maka akan semakin tinggi kenaikan temperatur yang menyebabkan terjadinya pembengkokan, dan akan terjadi pemutusan arus, sehingga rangkaian akan terputus. Jenis pemutus bimetal ada jenis satu fasa dan ada jenis tiga fasa, tiap fasa terdiri atas bimetal yang terpisah tetapi saling terhubung, berguna untuk memutuskan semua phasa apabila terjadi kelebihan beban. Pemutus bimetal satu fasa biasa digunakan untuk pengaman beban lebih pada rangkaian dengan daya kecil.
Cara kerja thermal overload, apabila resistance wire dilewati arus lebih besar dari nominalnya, maka bimetal trip, bagian bawah akan melengkung ke kiri dan membawa slide ke kiri, gesekan ini akan membawa lengan kontak pada bagian bawah tertarik ke kiri dan kontak akan lepas. Selama bimetal trip itu masih panas, maka di bagian bawah akan tetap terbawa ke kiri, sehingga kontak-kontaknya belum dapat dikembalikan ke kondisi semula walaupun reset button-nya ditekan, apabila bimetal sudah dingin barulah kontaknya dapat kembali lurus dan kontaknya baru dapat di hubungkan kembali dengan menekan reset button.
Adapun contoh thermal overload ditunjukan pada gambar berikut :
Saat terjadi beban, maka thermal overload akan bekerja dengan memutuskan suplai ke koil kontaktor (melalui kontak NC nya), sehingga kontaktor terbuka dan rangkaian terbuka (proteksi dilakukan dengan melalui fungsi rangkaian kontrolnya, tidak ada pemutusan daya langsung pada thermal overload-nya).
Keterangan dari gambar :
A adalah setting untuk kerja thermal overload. Misal 17 Ir, thermal akan bekerja saat ada arus yang melewati thermal overload sebesar 17x arus nominal.
B adalah tombol reset, ketika thermal overload trip.
C adalah logam bimetal yang dililit kawat.
Gambar diatas adalah thermal overload tampak dari atas dan kondisi setelah dibuka. Perlu diketahui bahwa thermal overload adalah salah satu alat yang tidak boleh dibuka/dibongkar, karena dapat membuat alat tersebut rusak, kemungkinan karena ada komponennya yang dapat lepas dengan mudah dan kawat yang melilit bimetal mudah putus. Namun kebetulan saat OJT di PLTD trisakti, saya menemukan sebuah thermal Overload yang rusak dan kemudian saya bongkar. Dan isinya hanya terdiri dari bimetal tiap fasa yang dililit kawat, dan beberapa komponen
a. MCB ( Motor Circuit Breaker )
1. Pengertian
Sebuah rangkaian pemutus aliran listrik yang dioperasikan secara otomatis, dirancang untuk melindungi sirkuit listrik dari kerusakan yang disebabkan oleh kelebihan beban atau hubungan pendek. Fungsi dasarnya adalah untuk mendeteksi suatu kondisi kesalahan dan menginterupsi kontinuitas untuk segera menghentikan aliran listrik. Tidak seperti sekering, yang beroperasi sekali dan kemudian harus diganti, pemutus sirkuit dapat direset (baik secara manual atau secara otomatis) untuk melanjutkan operasi normal. Pemutus arus dibuat dalam berbagai ukuran, dari perangkat kecil yang melindungi individu peralatan rumah tangga hingga saklar besar yang dirancang untuk melindungi rangkaian tegangan tinggi yang melibatkan seluruh kota.
2. Prinsip Kerja
Semua rangkaian pemutus memiliki fitur-fitur umum dalam operasinya, meskipun secara substansial rincian bervariasi tergantung pada tegangan kelas, nilai jenis pemutus arus.
Pemutus arus harus bisa mendeteksi kondisi kesalahan, dalam rangkaian tegangan rendah breakers ini biasanya dilakukan di bagian dalam pemutus. Sirkuit pemutus untuk arus yang besar atau tegangan tinggi biasanya diatur dengan perangkat utama yang merasakan suatu kesalahan saat ini dan untuk mengoperasikan perjalanan mekanisme pembukaan. Perjalanan solenoida yang melepaskan latch biasanya didukung oleh baterai yang terpisah, meskipun beberapa tegangan tinggi pemutus arus yang self-contained dengan transformator arus, perlindungan relay, dan sumberpengendalianinternal.
Sekali kesalahan terdeteksi, kontak dalam pemutus arus harus terbuka untuk mengganggu rangkaian, beberapa mekanis-energi yang tersimpan (menggunakan sesuatu seperti air atau udara terkompresi) yang terkandung dalam pemutus digunakan untuk memisahkan kontak, meskipun beberapa dari energi yang dibutuhkan dapat diperoleh dari kesalahan sendiri saat ini. Pemutus sirkuit kecil dapat dioperasikan secara manual, unit yang lebih besar untuk perjalanan solenoida mekanisme, dan motor listrik untuk mengembalikan energi ke air.
Kontak pemutus arus harus membawa arus beban berlebihan tanpa pemanas, dan harus juga menahan panas dari busur dihasilkan ketika memotong rangkaian. Kontak terbuat dari tembaga atau paduan tembaga, perak paduan, dan bahan lainnya.
Ketika arus terganggu, busur dihasilkan. Busur ini harus berisi, didinginkan, dan dipadamkan dengan cara yang terkendali, sehingga kesenjangan antara kontak dapat menahan tegangan pada rangkaian. Pemutus rangkaian yang berbeda menggunakan vakum, udara, isolasi gas, atau minyak sebagai medium bentuk busur. Teknik yang berbeda digunakan untuk memadamkan busur termasuk:
* Memanjang dari busur
* Pendinginan intnsif (dalam ruang jet)
* Divisi ke busur parsial
* Titik Nol kuens [ diperlukan klasifikasi ]
* Menghubungkan kapasitor secara paralel dengan kontak di DC sirkuit
Akhirnya, setelah kondisi kesalahan telah dihapus, kontak kembali ditutup untuk mengembalikan arus ke sela-sela rangkaian.
3. Jenis-jenis pemutus sirkuit
Panel depan dari 1250 Sebuah pemutus arus yang diproduksi oleh ABB.
Dayanya yaitu tegangan rendah. Pemutus arus dapat ditarik dari perumahan untuk servis. Karakteristiknya dapat dikonfigurasi melalui DIP switch di panel depan.
Banyak klasifikasi berbeda pada pemutus rangkaian yang dapat dibuat, berdasarkan fitur seperti tegangan kelas, jenis konstruksi, menyela jenis, dan fitur struktural.
• pemutus sirkuit tegangan rendah
Tegangan rendah (kurang dari 1000 VAC) tipe umum di domestik, komersial, dan aplikasi industri, termasuk:
* MCB (Miniatur Circuit Breaker)
Nilai arus tidak lebih dari 100 A. Trip karakteristik biasanya tidak disesuaikan. Termal atau termal-magnetik operasi. Pemutus digambarkan di atas adalah dalam kategori ini.
* MCCB (Molded Case Circuit Breaker)
Nilai arus sampai 1000 A. Thermal atau termal-magnetik operasi. Perjalanan saat ini dapat disesuaikan dalam peringkat yang lebih besar.
* Pemutus arus tegangan rendah
Dapat dipasang di multi-tingkatan dalam LV switchgear switchboards atau lemari.
Karakteristik pemutus arus LV diberikan oleh standar internasional seperti IEC 947. Pemutus sirkuit ini sering dipasang diluar yang memungkinkan pemindahan dan pertukaran tanpa membongkar saklar.
Untuk tegangan rendah arusdapat diputus melalui rangkaian motor listrik operator, yang memungkinkan mereka untuk tersandung (dibuka) dan ditutup oleh control. Ini mungkin merupakan bagian dari transfer otomatis sistem saklar daya siaga.
Tegangan rendah pemutus arus yang juga dibuat untuk langsung-current (DC) aplikasi, misalnya DC disediakan untuk jalur kereta bawah tanah. Khusus diperlukan untuk pemutus arus searah karena busur tidak memiliki kecenderungan alami untuk keluar pada setiap setengah siklus seperti pada arus bolak-balik. Sebuah pemutus sirkuit arus langsung akan meniup-keluar kumparan yang menghasilkan medan magnet yang secara cepat membentang busur ketika menyela arus searah.
Pemutus arus kecil yang baik langsung terinstal di peralatan, atau disusun dalam panel pemutus.
Foto dalam pemutus sirkuit
10 ampere DIN rel-mount-magnetik termal pemutus sirkuit mini adalah gaya yang paling umum modern unit konsumen domestik dan komersial papan distribusi listrik di seluruh Eropa. Desain mencakup komponen-komponen berikut:
1. Aktuator tuas - digunakan untuk reset secara manual pemutus arus. Juga menunjukkan status pemutus arus (Aktif atau Tidak aktif ). Kebanyakan pemutus dirancang untuk dapat tetap berfungsi bahkan jika tuas dipegang atau dikunci dalam posisi. Kadang-kadang disebut sebagai "perjalanan positif" operasi.
2. Mekanisme aktuator - memaksa kontak bersama-sama atau terpisah.
3. Kontak - Mengizinkan arus ketika menyentuh dan mematahkan arus ketika bergerak terpisah.
4. Terminal
5. Bimetal strip
6. Kalibrasi sekrup - memungkinkan pabrikan untuk mengatur secara tepat arus perangkat setelah perakitan.
7. Solenoida
8. Busur pembagi / pemadam
Pemutus Sirkuit Magnetik
Magnetic circuit breakers menggunakan solenoida (elektromagnet) yang gaya menarik meningkat dengan arus. Desain tertentu menggunakan kekuatan elektromagnetik selain dari solenoida. Kontak pemutus arus yang diadakan ditutup dengan gerendel. Seperti arus dalam solenoida meningkat diluar pemutus arus, solenoida menarik melepaskan kait yang kemudian memungkinkan kontak untuk membuka. Beberapa jenis pemutus magnetik menggabungkan fitur penundaan waktu hidrolik menggunakan cairan kental. Inti dibatasi oleh pegas. Selama kelebihan beban, kecepatan gerak solenoida dibatasi oleh fluida. Jenis ini biasanya digunakan untuk sepeda motor, peralatan energi, dll sirkuit arus pendek solenoida cukup memberi kekuatan untuk melepaskan kait terlepas dari posisi inti sehingga mengabaikan penundaan. Suhu mempengaruhi waktu tunda namun tidak mempengaruhi nilai arus dari pemutus magnetik.
b. Relay
1. Pengertian
Sebuah relay adalah saklar listrik dioperasikan. Arus listrik melalui koil relay menciptakan sebuah medan magnet yang menarik tuas dan perubahan kontak saklar. Kumparan arus dapat aktif atau tidak aktif sehingga relay mempunyai dua posisi saklar dan mereka melemparkan ganda (changeover) switch
.
2. Pinsip Kerja
Relay elektromagnetik yang sederhana, seperti yang diambil dari sebuah mobil di gambar pertama, merupakan adaptasi dari sebuah elektromagnet. Ini terdiri dari sebuah kumparan kawat yang mengelilingi sebuah inti besi lunak, besi kuk, yang menyediakan jalur keengganan rendah fluks magnet, yang bergerak angker besi, dan satu set, atau set, kontak, dua di relay digambarkan. Angker adalah yang bergantung kepada yoke dan mekanis dihubungkan dengan kontak bergerak atau kontak. Hal ini diadakan di tempat oleh pegas sehingga ketika relay ini aktif ada celah udara dalam rangkaian magnetik. Dalam kondisi ini, salah satu dari dua set kontak dalam
estafet digambarkan tertutup, dan set lain terbuka. Relay lain mungkin memiliki lebih banyak atau lebih sedikit kontak set tergantung pada fungsi mereka. Relay di gambar juga memiliki kawat yang menghubungkan ke kuk angker. Hal ini menjamin kontinuitas dari rangkaian antara bergerak kontak pada angker, dan rangkaian lagu pada Printed Circuit Board (PCB) melalui kuk, yang disolder ke PCB.
Ketika arus listrik dilewatkan melalui kumparan, medan magnet yang dihasilkan menarik angker, dan akibatnya gerakan dari kontak atau kontak bergerak baik membuat atau bahkan merusak hubungan dengan kontak tetap. Jika himpunan kontak tertutup saat relay aktif, maka gerakan membuka kontak dan memutus sambungan, dan sebaliknya jika kontak terbuka. Ketika arus ke kumparan ini nonaktif, maka angker dikembalikan oleh gaya, kira-kira setengah sekuat gaya magnet, ke posisi aman. Tetapi gravitasi juga digunakan dalam industri umumnya starter motor. Kebanyakan relay dibuat untuk beroperasi dengan cepat. Dalam aplikasi tegangan rendah, ini adalah untuk mengurangi kebisingan. Dalam tegangan tinggi atau aplikasi arus tinggi, ini adalah untuk mengurangi lengkung.
Jika kumparan diberi energi dengan DC, dioda dipasang di koil, untuk menghilangkan energi dari medan magnet runtuh pada penonaktifan, yang jika tidak akan menghasilkan tegangan untuk rangkaian komponen berbahaya. Beberapa otomotif relay sudah termasuk dioda dalam kasus relay. Perlindungan kontak jaringan, yang terdiri dari sebuah kapasitor dan resistor di seri, dapat menyerap gelombang. Jika kumparan dirancang untuk diberi energi dengan AC, sebuah cincin tembaga kecil dapat berkerut ke ujung solenoida. "cincin shading" ini membuat sebuah kecil out-of-fase saat ini, yang meningkatkan tarik minimum pada AC angker selama siklus.
Dengan analogi dengan fungsi-fungsi dari perangkat elektromagnetik asli, sebuah solid-state relay ini dibuat dengan thyristor atau solid-state perangkat switching. Isolasi listrik untuk mencapai sebuah pengkopling-optik yang dapat digunakan adalah dioda pemancar cahaya (LED) digabungkan dengan foto transistor.
3. Jenis Relay
Latching relay, debu menutupi dihapus, menunjukkan mekanisme ratchet. Ratchet mengoperasikan cam, yang bisa menaikkan dan menurunkan kontak bergerak lengan, melihat ujung-on tepat di bawah ini. Yang bergerak dan kontak tetap terlihat di sisi kiri gambar.
Sebuah menempel santai relay memiliki dua negara bagian (bistable). Ini juga disebut "dorongan", "terus", atau "tinggal" relay. Ketika arus nonaktif, relay tetap dalam keadaan terakhir. Hal ini dicapai dengan mengoperasikan solenoida ratchet dan mekanisme cam, atau dengan memiliki dua kumparan yang berlawanan dengan over-pusat magnet permanen untuk menahan kontak di posisi sementara kumparannya biasa. Dalam ratchet dan cam contoh, pulse pertama untuk memutar kumparan relay dan kedua berubah it off. Dalam dua kumparan contoh, sebuah pulsa ke salah satu mengubah kumparan relay dan sebuah pulsa dengan lawan ternyata kumparan relay off. Jenis relay ini memiliki keuntungan bahwa daya yang dipakai hanya untuk sesaat, ketika sedang diaktifkan, dan mempertahankan pengaturan terakhir di suatu kekuatan dlm pekerjaan. Sebuah inti menempel remanent relay memerlukan pulse saat ini berlawanan polaritas untuk membuat perubahan.
Reed relay memiliki seperangkat kontak di dalam vakum atau gas inert mengisi tabung gelas, yang melindungi kontak terhadap korosi atmosfer. Kontak tertutup oleh medan magnet yang dihasilkan ketika arus mengalir melalui kumparan di sekeliling tabung gelas. Reed relay mampu beralih pada kecepatan lebih cepat daripada jenis relay yang lebih besar, tetapi beralih rendah arus dan tegangan peringkat. Lihat juga saklar buluh.
Sebuah dibasahi air raksa-buluh relay adalah bentuk buluh relay di mana kontak dibasahi dengan merkuri. Seperti relay digunakan untuk mengaktifkan sinyal bertegangan rendah (satu volt atau kurang) karena kontak mereka yang rendah perlawanan, atau untuk menghitung kecepatan tinggi dan waktu aplikasi di mana merkuri kontak menghilangkan bouncing. Raksa dibasahi relay posisi-sensitif dan harus dipasang secara vertikal untuk bekerja dengan baik. Karena toksisitas dan pengeluaran cairan merkuri, relay ini jarang ditentukan untuk peralatan baru.
Polarized Relay meletakkan kutub magnet permanen untuk meningkatkan sensitivitas. Terpolarisasi relay digunakan dalam pertengahan abad 20 pertukaran telepon untuk mendeteksi pingsan telegraphic benar kacang-kacangan dan distorsi. Kutub berada di sekrup, sehingga seorang teknisi pertama bisa menyesuaikan sensitivitas mereka untuk maksimum dan kemudian menerapkan bias musim semi untuk mengatur arus yang kritis akan mengoperasikan relay.
Mesin alat relay adalah jenis industri standar untuk mengontrol peralatan mesin, mesin transfer, dan lainnya kontrol sekuensial. Mereka ditandai oleh sejumlah besar kontak (kadang-kadang dapat diperpanjang di lapangan) yang mudah dikonversi dari normal-terbuka-tertutup ke status normal, dengan mudah diganti gulungan, dan faktor bentuk yang memungkinkan kompak memasang banyak relay dalam panel kontrol. Meskipun relay seperti dulu tulang punggung otomatisasi dalam industri seperti perakitan mobil, programmable logic controller (PLC) pengungsi sebagian besar alat mesin relay dari aplikasi kontrol sekuensial.
Circuit relay simbol. "C" menunjukkan terminal SPDT umum dan jenis DPDT.
Diagram pada paket dari kumparan relay DPDT AC
Karena relay switch, terminologi diterapkan untuk switch juga diterapkan pada relay. Sebuah relay akan beralih satu atau lebih tiang, masing-masing kontak yang bisa dilemparkan oleh energi kumparan dalam salah satu dari tiga cara:
* Biasanya-terbuka (NO) kontak menghubungkan rangkaian saat relay diaktifkan; rangkaian terputus ketika relay ini aktif. Juga disebut Formulir A kontak atau "membuat" kontak.
* Biasanya tertutup (NC) kontak lepaskan rangkaian saat relay diaktifkan; rangkaian terhubung ketika relay ini aktif. Juga disebut kontak atau Formulir B "istirahat" kontak.
* Perubahan-over (CO), atau double-melempar (DT), kontak sirkuit mengendalikan dua: satu normal kontak terbuka dan satu tertutup biasanya kontak dengan terminal yang umum. Juga disebut Formulir C kontak atau "transfer" kontak ( "istirahat sebelum membuat"). Jika kontak jenis ini menggunakan sebuah "buat sebelum istirahat" fungsi, maka disebut Formulir D kontak.
Adalah sebagai yang biasa ditemui:
* SPST - Single Pole Single Throw. Ini memiliki dua terminal yang dapat dihubungkan atau dilepas. Termasuk dua untuk kumparan, seperti relay memiliki empat terminal secara total. Apakah tiang biasanya terbuka atau normal tertutup. Terminologi "SPNO" dan "SPNC" kadang-kadang digunakan untuk menyelesaikan ambiguitas.
* SPDT - Single Pole Double Throw. Terminal umum menghubungkan ke salah satu dari dua yang lain. Termasuk dua untuk koil, seperti relay memiliki lima terminal secara total.
* DPST - Double Pole Single Throw. Ini memiliki dua pasang terminal. Setara dengan dua saklar atau relay SPST digerakkan oleh satu kumparan. Termasuk dua untuk kumparan, seperti relay memiliki enam terminal secara total. Kutub mungkin Formulir A atau Formulir B (atau salah satu dari masing-masing).
* DPDT - Double Pole Double Throw. Ini memiliki dua baris perubahan-atas terminal. Setara dengan dua saklar atau relay SPDT digerakkan oleh satu kumparan. Seperti sebuah relay memiliki delapan terminal, termasuk kumparan.
"S" atau "D" dapat digantikan dengan angka, yang menunjukkan beberapa switch terhubung ke satu aktuator. Misalnya 4PDT menunjukkan empat tiang relay melemparkan ganda (dengan 14 terminal).
4. Aplikasi
Relay digunakan untuk:
* Kontrol tegangan tinggi rangkaian dengan sinyal bertegangan rendah, seperti dalam beberapa jenis modem atau audio amplifier,
* Kontrol sebuah rangkaian arus tinggi dengan sinyal arus rendah, seperti pada solenoid starter dari sebuah mobil,
* Mendeteksi dan mengisolasi kesalahan pada jalur transmisi dan distribusi dengan membuka dan menutup pemutus rangkaian (perlindungan relay),
Sebuah kumparan relay DPDT AC
* Isolasi mengendalikan rangkaian dari rangkaian yang dikontrol ketika kedua berada pada potensi yang berbeda, misalnya ketika mengendalikan sebuah perangkat bertenaga utama dari tegangan rendah switch. Yang terakhir ini sering digunakan untuk mengontrol pencahayaan kantor sebagai kawat tegangan rendah dapat dengan mudah diinstal, yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan sering berubah.
* Logika fungsi. Sebagai contoh, DAN fungsi boolean direalisasikan dengan menghubungkan relay normal kontak terbuka secara seri, maka fungsi dengan menghubungkan normal kontak terbuka secara paralel. Perubahan-atas atau Formulir C kontak melakukan XOR (eksklusif) fungsi. Fungsi yang sama untuk NAND dan NOR yang dicapai dengan menggunakan kontak normal tertutup. bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk merancang jaringan logika relai.
o Awal komputasi. Sebelum tabung vakum dan transistor, relay digunakan sebagai unsur-unsur logis dalam komputer digital. Lihat ARRA (komputer), Harvard Mark II, Zuse Z2, dan Zuse Z3.
o Safety-logika kritis. Karena relay jauh lebih tahan daripada semikonduktor radiasi nuklir, mereka banyak digunakan dalam keselamatan-logika kritis, seperti panel kontrol penanganan limbah radioaktif mesin.
* Waktu tunda fungsi. Relay dapat dimodifikasi untuk menunda pembukaan atau penutupan menunda satu set kontak. Yang sangat singkat (sepersekian detik) penundaan ini akan menggunakan tembaga disk antara angker dan bergerak blade perakitan. Arus yang mengalir dalam disk mempertahankan medan magnet untuk waktu yang singkat, memperpanjang waktu rilis. Untuk sedikit lebih lama (sampai satu menit) keterlambatan,
Daftar pustaka
1. http://www.littlerahman.blogspot.com
2. Wikipedia-Pengertian dan deskripsi komponen listrik
3. Blog Pecinta Elektro-Tanya tentang Relay
4. Google Search-Components of electro
Langganan:
Postingan (Atom)




